MEDIA LOKAL RAMAH & AKURAT

Selasa, 09 Oktober 2012

SEO Kreatif, Komunitas Pemuda Berpikiran Maju

Komunitas SEO Kreatif sedang berpose bersama

GANGGA (KM Sambi Warga), San Baro Evolusi Kreatif atau biasa disingkat SEO Kreatif adalah komunitas pemuda dusun yang memiliki inisiatif untuk maju dan orientasi berpikir jauh ke depan. Komunitas ini terbentuk pada tanggal 15 September 2012 dipelopori oleh 7 pemuda yang berpikiran maju menata masa depan yang gilang gemilang. Awalnya komunitas ini bernama SEO, kemudian muncul pemikiran baru dari 7 orang pemuda yang manamakan diri “kreatif”, lalu mereka sepakat untuk menambahkan kata “Kreatif” di belakang kata “SEO” sehingga lahirlah “SEO Kreatif”.
            Komunitas ini lahir dilatarbelakangi oleh pelbagai permasalahan yang ditimbulkan sekelompok pemuda, seperti keonaran yang kerap mengakibatkan terganggunya ketertiban masyarakat. Di satu sisi, masyarakat wilayah setempat acapkali memandang mereka sebelah mata seraya memberi julukan sebagai pemuda pembuat onar dan label kuning lain yang sejenis. Tetapi pemikiran untuk mencoba mengubah mereka ke arah lebih baik tidak pernah terbersit dalam pemikiran golongan tua, apalagi mengambil hikmah dari tindakan yang dilakukan pemuda bak jauh panggang dari api.
            Segolongan orang tua di wilayah San Baro yang menganggap diri mereka  intelektualis dan pro perubahan tidak pernah memikirkan penyebab dan akar persoalan mengapa golongan pemuda melakukan tindakan yang mereka labeli “senonoh” dan tidak beretika itu. Mereka hanya bisa melabeli golonan pemuda dengan streotipe negatif saja tanpa mencoba berpikir dan bertindak mencari akar permasalahan sebagai biang keonaran itu. Bahkan, mereka tak pernah berpikir untuk mendekati golongan pemuda secara persuasif, justru mereka keburu men-cap golongan muda dengan label kuning. 
            Di sisi lain, golongan pemuda sebetulnya menginginkan pemberdayaan sosial yang dapat memberi pencerahan bagi mereka menuju masa depan yang sedikit menuai harapan lebih baik kalau tidak dikatakan cerah nan gemilang. Namun, sayangnya pemikiran seperti itu luput dari benak golongan tua. Hal ini sebetulnya yang memicu terjadinya pelbagai gejolak yang ditimbulkan golongan pemuda. Mereka sebenarnya ingin melihat sejauhmana sikap dan tindak tanduk golongan tua untuk memikirkan masa depan mereka yang suram.
            Berbagai label dan streotipe kuning ditambah aneka rona pemikiran yang galau plus kacau balau tersebut kemudian melahirkan adanya inisiasi dari sekelompok pemuda untuk membentuk sebuah komunitas yang kemudian mereka berinama “SEO Kreatif”. Komunitas ini lambat laun akan berkembang maju seiring arah waktu dan laju perubahan perubahan. Sedentum arah angin, komunitas inipun semakin menunjukkan keberadaannya. Baru terhitung tiga bulan berjalan komunitas ini sudah cukup membanggakan, mereka punya aset yang lumayan untuk ukuran harga mata uang saat ini.       
            Di samping itu, SEO Kreatif juga terbentuk atas dasar makna dari kata SEO itu sendiri yang lahir setahun sebelumnya. “ Tak ada artinya membentuk organisasi bernama SEO kalau maknanya tidak bisa direalisasikan. Malu sebagai orang yang mengaku diri jebolan sekolahan, ” ujar Rahman, salah seorang penginisiator SEO Kreatif. Rahman pun menyadari komunitas SEO terdiri dari banyak label, tipe dan corak pemuda, ada yang akur, hancur, beralur, dan pemuda yang jujur, sebagaimana penjabaran berikut :
1.        Pemuda beralur yang bekerja di instansi pemerintahan, tetapi bagaimana pemuda akur, hancur, jujur.
2.      Teman-teman yang berkeluarga alhamdulillah sudah bisa berpikir menata masa depan, tetapi bagaimana dengan teman-teman yang lain. Apakah mereka mesti dibiarkan terlunta-lunta dan hancur berkeping-keping ke depan di dusun ini yang lambat laun dikubur oleh ganasnya logika kapitalisme global yang menjamur di tengah kehidupan kita laiknya debu yang dilewati kendaraan berat seperti dam truk.
3.       Bagaimana nasib pemuda “hancur” di masa mendatang, apalagi dengan masuknya proyek raksasa PT. Suar Investindo Capital di wilayah setempat bila mereka ini tetap berkubang dalam “lumpur kehancuran”.  

Ironisnya, sebagian besar anggota SEO acuh tak acuh melihat sesamanya yang terkategori “hancur” ini, malahan mereka sama saja seperti masyarakat yang memandang sekelompok pemuda sebelah mata, di mana letak kekompakan yang diagung-agungkan dan letih dibangun dan dijaga selama ini. Walhasil, itulah landasan 7 pemuda bergerak bersama melangkah seayun sekata dalam irama optimisme menatap masa depan guna membangkitkan semangat pemuda yang terlanjur terlabeli hancur dan pioner keonaran tersebut. Mereka bertekad untuk mengubur dalam-dalam label “hancur” ini dengan membentuk komunitas baru,  “SEO KREATIF”. Ke depan mereka bertekad bisa maju seperti yang lain. Mereka bercita-cita ingin menunjukan taring dengan jargon kreatif, kritis, mandiri, dan bahkan mereka ingin mengubur orang-orang yang selama ini bersifat seperti penjajah (kolonial). (DJ)                      

Truk Masuk Jurang, Satu Orang Meninggal

Kondisi Truk yang Menewaskan salah satu Warga Dasan Tengak KLU


GANGGA (KM Sambi Warga), Nasib naas menimpa keluarga Sumaidi (30) tahun warga Dasan Tengak, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung. Pasalnya, Jorong, ayah Sumaidi menghembuskan nafas terakhir di jalan pusuk saat dirujuk ke rumah sakit umum provinsi. Meninggalnya Jorong karena jatuh dari truk yang membawa alat bangunan PDAM Menang Tanjung di jalan lingkar Selelos-Sesaot Saong Dusun San Baro Desa Bentek Kecamatan Gangga, kemarin.
            Modus kecelakaan truk pengangkut alat-alat bangunan itu hingga kini belum diketahui secara pasti. Berdasarkan penuturan warga Saong, jatuh dan terperosoknya truk itu disebabkan mesin truk tiba-tiba mati saat melewati tanjakan tajam di jalan sebelah selatan kampung warga Saong. Salah seorang warga setempat yang melihat kejadian itu langsung meminta bantuan kepada warga lain di kampungnya untuk membantu korban. Warga pun kemudian melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Peristiwa ini membuat warga Saong berduyun-duyun datang ke lokasi kejadian. Berselang satu jam kemudian aparat pun datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung melakukan olah TKP.
            Sementara itu, dua orang teman korban saat mengetahui mesin truk mati mendadak langsung terjun dari atas truk tersebut sehingga dapat terhindar dari maut. Mereka berdua terjun ke sebelah kanan tepat di badan jalan. Andi, salah seorang teman korban, mengungkapkan, dirinya sempat meminta korban agar terjun dari atas truk secara bersamaan. Namun, lanjut Andi, korban menolak, malah korban meminta dia untuk menyelamatkan diri dengan terjun ke sebelah kanan. Sebelum dirujuk ke rumah sakit, korban sempat meminta maaf kepada semua orang yang datang melihatnya. Dari penuturan keluarga, korban menolak dibawa ke rumah sakit. Jorong diketahui merupakan buruh PDAM Tanjung dan sudah bekerja dari beberapa hari sebelumnya.
Atas kejadian ini pihak PDAM belum bisa dikonfirmasi. Namun, menurut keluarga Korban, Budi, pihak PDAM siap bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa korban. Bahkan, tambah Budi, pihak perusahaan sudah berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya termasuk membiayai proses pemakaman korban sampai membiayai proses-proses selanjutnya hingga tuntas. Hingga berita ini ditulis, keluarga dekat korban, istri, anak dan menantunya belum bisa ditemui karena masih berkabung. Keluarga korban merasa kehilangan hebat atas meninggalnya korban, karena takdir yang menjemput korban tak disangka-sangka. Hal ini membuat pihak keluarga korban trauma dan sedih berkeping-keping. (DJ)                       

Pemilihan DPD KNPI Menandai Kebangkitan Pemuda Lombok Utara


GANGGA (KM Sambi Warga), Senin 10 September 2012 adalah momentum bersejarah bagi para pemuda Lombok Utara, pasalnya, pada hari itu perhelatan pemilihan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Lombok Utara pertama kali digelar pasca dimekarkan dari kabupaten induk. Pemilihan itu sekaligus menandai KNPI pertiwi Tioq Tata Tunaq resmi terbentuk. Proses pemilihan tersebut berlangsung di Rumah Kreatif Lombok Utara, Sokong Kecamatan Tanjung.
Sebelum proses pemilihan dilangsungkan, Dedi Mujadid, Caretaker DPD KNPI Lombok Utara, mengatakan, KNPI harus dijadikan nilai juang para pemuda secara kolektif guna melahirkan gagasan segar yang dapat memacu semangat pemuda dalam membangun dayan gunung di pelbagai aspek. Pada dasarnya, lanjut Dedi, pendirian KNPI mempunyai tujuan utama menjadikan para pemuda sebagai garda terdepan (avant garde) dalam menjalankan segala tindakan yang mampu melandasi gerakan moral yang dibangun di dalamnya.
Lebih dalam alumnus UGM Yogyakarta ini, menuturkan, menilik perjalanan panjang bangsa Indonesia, pemuda merupakan kelompok usia yang memiliki nilai serta posisi tawar yang cukup strategis di dalam masyarakat. Sebab dalam sejarahnya,  bangsa Indonesia selalu menyertai pemuda yang baik dan handal, sukarela, dan penuh dedikasi untuk ambil bagian dalam memerdekakan bangsa ini dari kungkungan penjajah selama 350 tahun lebih. Bahkan, tambahnya, nilai-nilai perjuangan pemuda dapat terlihat dari berbagai momentum dalam sejarah penting bangsa Indonesia. “Gagasan-gagasan cemerlang selalu hadir dalam pola pikir pemuda saat ini” sergahnya.
Namun, gagasan dan ide-ide cemerlang itu saat ini tampak terdistorsi oleh arus kemajuan zaman dan perkembangan pesat informasi yang telah merambah pelbagai ruang dan dimensi kehidupan manusia. Fenomena demikian acap kali membawa pemuda kehilangan arah dan orientasi tujuan dalam melakoni hidup dan kehidupan.  
Sementara itu, Iwan Tanjung dan Sumanjayadi, mengungkapkan, KNPI sebagai lokus kepemudaan menuntut orang-orang yang tergabung di dalamnya untuk ikhlas mengabdikan diri, pasalnya organisasi ini merupakan ladang bagi kaum muda untuk berkreasi dan berinovasi baik pada ranah gagasan, ranah strategi dan ranah taktik dalam rangka ikut serta mengawal proses pembangunan daerah. “ Satu hal yang perlu ditekankan, KNPI ansich sebagai lahan pengabdian. Jadi siapa saja yang berselancar di dalamnya dituntut ikhlas berbuat dan berprilaku demi mengaktualisasikan diri dalam proses-proses pengawalan pembangunan bumi Tioq Tata Tunaq,” cetus Iwan Tanjung.   
Senada dengan Iwan dan Sumanjayadi, Ketua KNPI Terpilih, Ihwan Budiman saat menyampaikan sekapur sirihnya, mengatakan, KNPI termasuk lokus besar yang dapat dijadikan tempat untuk mematut diri bagi para pemuda dalam mengawal dan memonitoring proses-proses pembangunan daerah. Sebab, tambah mahasiswa pasca sarjana Unram ini, daerah-daerah lain yang maju saat ini tidak lepas dari partisipasi aktif kaum muda untuk ikut memainkan peran dalam pembangunan daerah terutama para pemuda yang tergabung di KNPI. Tapi yang paling penting juga dibangun adalah rasa kebersamaan dan kekompakan diantara elemen-elemen pemuda karena kedua faktor ini sangat menentukan terbangun tidaknya organisasi ke depan. “Mari kita bangun rasa kebersamaan, dan kekompakan agar kedepan KNPI ini bisa maju. Intinya, kompak, utuh dan bersatu,” ajak Ihwan. (DJ)

Minggu, 30 September 2012

PPKD Bentek Gelar Rapat Kerja Persiapan Pilkades 2012

Peserta Rapat PPKD Desa Bentek 
sedang mengikuti forum rapat persiapan Pilkades 2012
GANGGA (KM Sambi Warga), Pelaksanaan pemilihan kepala desa merupakan  tanggung jawab panitia desa, sedangkan pemerintah kecamatan hanya sebagai motivator dan fasilitator saja. Atas dasar itulah panitia pemilihan harus cerdas dan teliti dalam mengawal proses Pilkades yang bakal digelar tiga bulan ke depan. Hal ini dikatakan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Bentek HM. Sumadi, SH ketika memberikan pengantar rapat persiapan pemilihan (Sabtu, 29/09) bertempat di Bale Penebeng desa setempat.  
Sumadi berharap agar semua pihak yang terlibat dalam kepanitiaan untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjaga netralitas dan melaksanakan aturan pemilihan dengan baik sesuai pedoman yang diterbitkan pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Apalagi, tambah mantan Camat Gangga ini, hak pilih di Desa Bentek berdasarkan data pemilihan bupati 2010 lalu sebanyak 6000-an lebih.
Menurut Sumadi, rapat persiapan pemilihan kepala desa tersebut cukup demokratis dan aspiratif, di mana setiap peserta mengeluarkan gagasan, ide dan pendapat sesuai agenda yang dibahas. Selain itu jumlah kepanitiaan Pilkades kali sama seperti panitia Pilkades 2006 yang lalu yakni sebanyak 27 orang. “Rapat berjalan cukup demokratis. Hasilnya semua agenda rapat dapat diselesaikan dengan cepat, tepat dan bijak,” ucapnya.
Dengan terselesaikannya semua agenda rapat, maka pada rapat selanjutnya akan membahas time schedule kegiatan. Rapat tersebut dipimpin langsung ketua panitia. “Suksesnya pelaksanaan Pilkades Bentek nantinya tergantung sungguh kejujuran panitia, artinya, seluruh anggota panitia harus netral tidak ada keberpihakan kepada salah seorang kandidat yang maju,” imbaunya.
Sedangkan Yurdi, mengatakan, perhelatan demokrasi pemilihan akan diselenggarakan pada tanggal 27 Desember 2012 mendatang, sehingga waktu pendaftaran calon mulai tanggal 1 hingga 15 Nopember mendatang. Selain itu, semua peserta berjanji akan mengawal proses demokrasi masyarakat Desa Bentek dengan baik, aman, tertib, lancer, jujur dan adil. (DJ)