Salah seorang warga gangga sedang Nyirih
GANGGA (KM Sambi Warga) - Bagi kebanyakan orang makan sirih kelihatan kurang sopan karena gigi kelihatan merah, air sirih
diludahi sembarang tempat sehingga terlihat jorok serta gigi terlihat tak
cantik.
Namun dibalik
tradisi yang dianggap kurang sopan itu, kegiatan Nyirih berkhasiat tinggi, bisa
menguatkan gigi. Tak heran para manula atau orang-orang jompo yang masih Nyirih
giginya tetap utuh dan kuat untuk mengunyah biji-bijian yang keras, seperti biji
kedelai, biji asem, biji belinsak,
dan lain-lain. Sirih itu harus ganjl baru menjadi genap, artinya bahan-bahannya
itu harus pinang, gambir, kapur, tembakau dan daun sirih. Jumahnya lima tapi
orang-orang yang suka Nyirih menyebutnya genap. Bahan-bahan sudah genap
(seharusnya bahan-bahan sudah lengkap-red).
Di beberapa
desa di Kecamatan Gangga seperti Sambik Bangkol, Genggelang, Rempek, dan
Bentek, kebiasaan Nyirih ini masih terpelihara kuat bahkan diwariskan dari
generasi ke generasi. Di Dusun Lenek Desa Bentek, Dusun Sejuik dan Montong Pal
Desa Rempek dan Dusun Kelongkong Desa Sambik Bangkol, sebagian besar orang tua
bahkan anak-anak muda terbiasa Nyirih. Mereka tidak canggung melakukan kegiatan
yang identik dengan orang tua itu. Namun, anak-anak muda ini Nyirih tidak
setiap hari. “Saya Nyirih tak setiap hari. Jika ada acara baru saya Nyirih,” ucap
Yoga, pemuda dari Rempek.
Bahan-bahan
untuk Nyirih itu menjadi hadiah yang amat istimewa bagi para orang tua di
Sambik Bangkol dan Rempek. Di beberapa tempat misalnya, bahan-bahan Nyirih itu
menjadi “upah” untuk dukun. Selain itu, bahan-bahan Nyirih itu juga menjadi bahan
yang disajikan dalam sesajen pada berbagai ritual keagamaan.
Kalau kalangan
muda perokok, rokok menjadi bahan mengenalkan dan mempererat hubungan
perkawanan, atau bahan untuk sosialisasi dan mengakrabkan diri kepada orang
lain. Menawarkan rokok pada orang yang belum dikenal atau baru dikenal bisa
membuat membuat lebih akrab. Dengan kata lain, menawarkan rokok dapat menjadi medium
pemelihara dan mempererat tali persahabatan. Bagi para orang tua yang masih
Nyirih, menawarkan bahan-bahan Nyirih tersebut menjadi media memperkuat
hubungan sosial mereka. (Anda)