MEDIA LOKAL RAMAH & AKURAT

Sabtu, 31 Agustus 2013

LAPORAN KEGIATAN MOTIVATOR KM SAMBI WARGA



Kegiatan Bulan Juli 2013
                                                                                                     
No.
Hari/Tanggal
Lokasi
Materi
Tenaga Motivator
1.
Selasa,02-07-2013
Rumah Gita Sarwadi (Sekretaris  KTT Faer Daya Genggelang)
Di rumah Gita Sarwadi ada Eka, Amil Salim, Karsa, Dedi Irawan, Siarna dan Subhan. Kami obrol-obrol tentang manfaat teknologi tepat guna dalam pengembangan usaha ekonomi produktif yang digeluti warga. Teknologi tepat guna dapat meningkatkan volume hasil dan memudahkan pembuatan produk usaha yang dijalankan setiap kelompok warga. Dari obrolan itu mereka sedang membincangkan fungsi fasilitas TTG untuk mempermudah dalam proses pembuatan/ pengolahan produk usaha. Saya memberi saran agar mereka menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait guna akses informasi alat-alat TTG. Selain itu disarankan untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang kapabel/teknisi guna menimba teknis pengoperasian TTG.         
S A R J O N O
2.
Jumat, 05-07-2013
Berugak Amil Salim 
Di rumah Amil Salim ada Eka, Anda, Adi, Tusna, Hamdi, Nasdi, dan Haerani. Kami obrol-obrol tentang pentingnya peran serta dunia usaha berkait kegiatan   penumbuhan semangat warga  untuk berwirausaha berdasar potensi sumber daya ekonomi lokal. Saya memberi masukan agar masyarakat menjalin relasi dengan pelaku dunia usaha dalam rangka pengelolaan sumber daya ekonomi lokal guna mendorong tumbuhnya kelompok usaha berbasis kerakyatan di masyarakat guna meningkatkan pendapatan rumah tangga sehingga daya beli masyarakat bisa meningkat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (konsumtif).     
S A R J O N O
3.
Selasa, 09-07-2013
Lesehan Papak Desa Genggelang
Di Lesehan Papak ada Adi S, Muhlis Kurbani, Murdi, Nurul Aini, Yek Idrus, Rudi Hartono, Muncar, Suryadi, Idrus Salim, Koeshidriah, Sugianto dan Made Tegas. Kami Rakor soal pemotongan dana program PNPM-MP 2013 yang masuk di Kecamatan Gangga. Dari rakor itu mereka sedang membahas realisasi kegiatan yang akan dipangkas sebagai dampak kenaikan BBM yang telah  diberlakukan pemerintah bulan Juni 2013. Saya memberikan masukan agar peserta sebisa mungkin memangkas program non fisik dan non fisik yang masih bisa ditanggulangi dengan memperkecil volume program. Saya menyarankan  agar anggaran program yang dipangkas tidak menyentuh kegiatan prioritas/mendesak sehingga tak memberi dampak besar terhadap kebutuhan vital masyarakat.  
S A R J O N O
4.
Selasa, 11-06-2013
Berugak Suryadinata
Di Rumah Suryadinata ada Maydianto, R. Didi Kuswara, Julhadidi, Suwandi, Sukamdi, Sudir dan Zulkarnaen.  Kami obrol-obrol soal program peluang keterpilihan bakal calon legislatif dari Kec. Gangga. Dari obrolan itu mereka sedang membaca peluang siapa diantara sekian banyak balon legislatif yang berlaga 2014.   Saya berpendapat bacaleg yang berpeluang keluar sebagai pemenang pada pemilu 2014 tidak lebih dari 3 orang, baik dilihat dari faktor karakter pribadi setiap bacaleg maupun nilai jual di tengah masyarakat. Saya memberi masukan bahwa kedua faktor itu sangat urgen bagi bacaleg yang bertarung, apalagi masyarakat calon pemilih sudah cerdas. Ini hal paling menentukan selain program yang ditawarkan karena pemilih sudah mampu menilai siapa yang layak untuk mengemban amanah rakyat. Para calon pemilih sudah jeli karena mereka tidak mau terperangkap kesekian kalinya dalam slogan “membeli barang di pasar gelap”.  
SARJONO
5.
Sabtu, 13-07-2013
Berugak Nyoman Ardana  
Di Berugak Nyoman Ardana ada Sudirman, Togar, Pt. Widandra Eka Sasmita, dan Ni Komang Ayu. Kami diskusi persiapan pelaksanaan pelatihan terapan TTG program PPKK Ditjen Binapenta RI. Dari diskusi itu mereka sedang mendiskusikan persiapan teknis pelatihan baik soal waktu, tempat, instruktur, panitia dan peserta pelatihan.   Saya memberikan masukan sebaiknya waktu dan tempat pelatihan harus di wilayah setempat, letaknya strategis, mudah dijangkau peserta, panitia dan instruktur. Yang  terpenting pelatihan berjalan lancar sesuai harapan bersama. Saya juga menyarankan agar secepatnya teknis pelaksanaan pelatihan.   
S A R J O N O
6.
Sabtu, 15-07-2013
Kantor Desa Bentek
Di Kantor Desa Bentek ada Sriatun, Sahuni, Asmiati, Andre, Asniati, Diana, Susi, Siarsip, Ratnawati, Murniati & Bagianti. Kami mendiskusikan soal-soal fungsi fasilitas pelatihan yang diberikan oleh TPK Bentek guna kelancaran usaha kelompok usaha ekonomi produktif binaan PNPM-MPd. Dari diskusi  itu mereka sedang membahas pola pemakaian alat yang sudah diterima masing-masing kelompok. Saya menyarankan supaya mereka memakai alat dengan sebaik-baiknya guna kelancaran proses produksi usaha yang mereka geluti. Disamping itu, saya mengusulkan agar alat produksi disimpan di rumah salah satu pengurus untuk menekan kerusakan alat-alat yang telah diterima.   
S A R J O N O
7.
Senin, 17-07-2013
Rumah Suryati 
Di Rumah Suryati ada Rema, Joharah, Kasmi, Kersadep, Rusli dan Mahir. Kami obrol-obrol soal spesifikasi usaha di Kube bakulan  Sobalis II. Saya mengusulkan agar para anggota  memperdaganglan barang yang berbeda-beda agar usaha kelompok berjalan  lancar. Saya memberikan saran mereka untuk rutin mengadakan rapat bulanan supaya kebersamaan sesama anggota terbangun baik disamping untuk mengevaluasi perkembangan usaha masing2.      
S A R J O N O
8.
Kamis, 20-07-2013
Rumah Ach. Husaini  
Di Rumah Achmad Husaini ada Suterono, Rahman, Zarkasi, Rama, Setani dan Sumaidi. Kami obrol-obrol soal rencana lomba yang akan digelar di Masjid Ittihaadul Ummah jelang perayaan Halal Bihalal 1434 H. Dari obrolan itu, mereka sedang menentukan jenis-jenis lomba yang akan dilaksanakan. Saya mengusulkan agar jenis lomba yang diperlombakan lebih diprioritaskan pada  materi-materi pengetahuan agama. Saya juga mengusulkan agar lomba pengetahuan umum juga dilaksanakan karena potensi SDM bidang umum cukup banyak. Sehingga ada keseimbangan pengetahuan agama dan pengetahuan umum.          
S A R J O N O
9.
Selasa, 25-07-2013
Rumah Kepala Dusun San Baro
Di Rumah Kepala Dusun San Baro ada Surahman, Budianto, Harry, Yurnep & Nusnim. Kami obrol-obrol soal program rabat jalan di dusun setempat. Saya menyarankan agar kepala dusun berkoordinasi dengan  tokoh-tokoh setempat untuk membicarakan mekanisme dan teknis penggarapan rabat jalan tersebut. Di samping itu, saya memberikan mengusulkan agar kepala dusun mempersiapkan orang-orang mengerjakan rabat tersebut (tenaga kerja lokal)  
S A R J O N O
10.
Sabtu, 29-07-2013
Rumah Abu Mustafa  
Di Rumah Abu Mustafa ada Nyadi, Lenggem, Zakaria, Amak Titin, HM. Munir dan Warsih. Mereka sedang membicarakan soal pengadaan lahan untuk pembangunan gedung PAUD Harapan Bangsa. Saya mencoba mengusulkan agar tokoh-tokoh masyarakat setempat mengajak eks. anggota kelompok Inkra Rezeki untuk membicarakan lahan kelompok tersebut  dialihfungsikan sebagai lahan pembangunan gedung PAUD. Disamping itu, Saya juga menyarankan agar tokoh-tokoh setempat  berkoordinasi dengan para pengelola Ponpes Aljariyah untuk mencari jalan keluar pengadaan lahan PAUD.   
S A R J O N O

Jumat, 16 Agustus 2013

MUDIK

ADI SUSANTO

DIMANA kah enaknya mudik itu? Apakah pada saat pergi berjubel ria, saat naik motor berkonvoi, saat menyeberang laut, saat mengantre naik kapal laut, saat menunggu pesawat delay, saat beristirahat di tengah jalan, saat menjinjing oleh-oleh, saat tiba di kampung halaman, saat bermaaf-maafan, saat memakan ketupat bersama, saat mengobrol santai bersama keluarga besar, saat pulang arus balik atau saat tiba di rumah kembali dengan badan letih dan tidur pulas?
            Semua kesempatan dalam proses arus mudik ada enaknya, dan tentu saja ada tidak enaknya. Laksana dua sisi mata uang, yang tidak bisa diambil satu sisinya saja, tidak bisa diambil enaknya saja dan pasti sisi tidak enaknya juga harus diambil.
            Aliran uang mudik tahun ini mencapai triliunan rupiah, yang secara sesaat dan serentak dalam waktu satu minggu dihabiskan untuk konsumsi dan kebutuhan lain di kampung. Pasar desa/warung-warung di kampung menjadi meriah, kehidupan ekonomi di kampung dan di dalam perjalanan menjadi lebih hidup. Kehidupan ekonomi yang menggeliat sesaat itu timbul akibat aliran uang Tunjangan Hari Raya (THR), kian besar pula kucuran uang ke kampung. Itu cuma terjadi setiap tahun sekali, di mana kesempatannya amat ditunggu masyarakat di kampung. Masyarakat kota yang menjadi primadona di kampung jadi pembicaraan orang serta mungkin pula bisa menjadi tokoh. Atau mungkin juga bisa diajukan sebagai caleg pada pemilu legislatif, karena akan kesantunan budi dan kedermawanan hati kecuali jika THR dari hasil siluman.  
            Bagaimana jika seseorang yang tak memiliki kampung, yang mana kampungnya sudah berubah menjadi kota akibat perubahan pembangunan, atau di kampungnya sudah tidak memiliki orang tua atau sanak keluarga. Ternyata mudik juga tetap masih dibutuhkan oleh masyarakat urban. Mudik adalah suatu proses pulang menuju rumah masa kecil, dimana seseorang dibesarkan yang menggoreskan ingatan dan kenangan masa lalu, yang memberikan inspirasi tersendiri bahkan energi baru untuk melepas rindu serta membangkitkan kreatifitas.
            Mereka yang telah melakukan ritual mudik dengan rutin, semangatnya muncul kembali untuk bisa bekerja lebih berenergi, meski banyak yang telah dikorbankan guna mencapai semangat baru. Bahkan, terkadang pula mudik bisa dibayar dengan nyawa sekalipun, karena keselamatan berkendara yang kurang nyaman, infrastruktur dan sarana transportasi yang wajib dibangun negara alpa dilakukan. Setiap tahun misalnya, lebih dari 1500 kecelakaan lalu lintas, lebih 400 orang mati sia-sia, dan lebih dari 800 orang luka berat. Luka fisik dan luka batin yang tak bisa dinilai dengan uang terpaksa dibayar tuntas pemudik yang berjuang sekedar melepas rindu – pulang ke kampung halaman.
            Secara individual, saya merasakan keinginan mudik yang memuncak pada saat saya merantau di Yogyakarta. Keinginan melepas rindu kepada keluarga dan kampung halaman di Lombok – dayan gunung – dengan berbicara di telepon, mengirim foto via  kantor pos tidak bisa dipenuhi. Karena keterbatasan uang keinginan mudik pun tak bisa bisa dilaksanakan. Pada malam tertentu, di saat sunyi atau saat perasaan hati jenuh, saya melamun dan membayangkan Lombok dengan suasana desanya, membayangkan teman dan sanak keluarga, ingin rasanya meleburkan diri walau sejenak dalam nuansa budaya dan alam dayan gunung. Setelah kurang lebuh satu bulan istirahat melakukan ritual mudik di Lombok, merasakan kemesraan mudik dengan masyarakat desa, saya rindu kembali dengan kehidupan hiruk pikuk di kota besar. Ternyata mudik tak perlu berlama-lama, hanya beberapa hari atau beberapa minggu, untuk melepas lelah sejenak,  membuang kepenatan hidup, lalu kembali dalam kehidupan rutinitas yang memang menjadi bagian dari hidup masyarakat urban – selalu dekat dengan kompetisi, kecepatan dan ketepatan waktu dalam beraktivitas – entah bekerja atau aktivitas lain.
Pemudik kemudian ibarat pelari jarak jauh, yang harus berlari dalam terik panas matahari dan deru debu, pengap polusi udara, pelari itu jenuh, bahkan bisa semaput di tengah jalan jika lari tetap dipaksakan dalam kesecapatan tinggi. Pelari itu pergi berteduh sebentar di bawah pohon melepas kepenatan, minum sejenak dan menyeka keringat, lalu dengan energi baru melanjutkan tugas lari dengan gembira dan wajah berseri. Mungkin juga setiap tahun, setiap musim panas di tanah jawa, masyarakatnya punya kerinduan tersendiri untuk datang ke Lombok hanya untuk melepas rindu.
Apa yang pemudik cari di kampung halamannya atau di Lombok – tanah adi mirah? Mereka sedang mencari kedamaian, mencari keindahan, mencari kebahagian yang hanya ada di tanah kelahiran, di kampung halamannya di Lombok. Ya, di mana saja tempat yang telah menorehkan masa lalu yang indah di dalam hatinya. Sebenarnya cara pemudik itu mencari jati dirinya sendiri di dalam dirinya sendiri, di dalam hatinya, - tempat yang paling indah dan rahasia. Dari sisi batin, mudik berarti kembali ke suatu tempat yang pernah membahagian hati untuk bernostalgia. Jika hati berduka misalnya, ke tempat mana pun kita pergi tidak ada yang bisa menyenangkan hati. Jika hati berduka, mudiklah menghadap Tuhan Yang Maha Pencipta, bercengkrama dan berpasrahlah kepada-Nya. Meskipun anda diberi umur panjang, mungkin anda berumur seratus tahun lebih, anda akan menjadi makhluk terasing di muka bumi ini. Maka, saat itulah anda ingin segera minta izin kepada Tuhan untuk mudik ke alam lain.


Adi Susanto adalah Alumni Ikatan Pelajar Mahasiswa Lombok Utara Yogyakarta