MEDIA LOKAL RAMAH & AKURAT

Kamis, 11 April 2013

LAPORAN KEGIATAN MOTIVATOR KM SAMBI WARGA BULAN MARET 2013


No.
Hari/Tanggal
Lokasi
Materi
Tenaga Motivator
1.
Jumat,01-03-2013
Rumah Kades Bentek
Di rumah pak Kades Bentek ada M. Zakaria, Parmono, Sumarta, Martip, Ardi, Arti, Risadi dan Sabuandi. Kami obrol-obrol tentang fungsi media lokal dalam promosi aset-aset lokal yang ada di Desa Bentek. Dari obrolan itu mereka sedang mencari media yang tepat untuk promosi aset desa. Saya memberi saran agar mereka mencari media-media yang mudah diakses oleh warga. Sebab tidak semua media punya visi pemberdayaan. Media online juga tidak kalah penting seperti media kampung.       
S A R J O N O
2.
Sabtu, 02-03-2013
Rumah Putrawadi
Di rumah Putrawadi ada Galis, Yartadi, Erwin Rahadi, Suhamdi, Abdul Rahman, dan Doni Hariani. Kami obrol-obrol tentang pentingnya peran aktif warga dalam pembangunan desa. Saya memberikan masukan agar tokoh-tokoh setempat melakukan refleksi untuk mencari strategi mendorong peran serta masyarakat dalam mendukung dan berperan serta dalam menjalankan pelbagai bidang pembangunan desa lintas sektoral.     
S A R J O N O
3.
Senin, 04-03-2013
Kantor Desa Bentek
Di Kantor Desa Bentek ada Adi Susanto, Muhlis, Andre, Murdi, Nurul Aini, Abah Idrus, sekdes, anggota BPD dan tokoh masyarakat. Kami diskusi mengenai program PNPM-MP yang masuk ke Desa Bentek TA 2013. Dari diskusi itu mereka sedang mencari strategi yang tepat untuk  merealisasikan jenis-jenis kegiatan yang didanai PNPM di Desa Bentek baik  program fisik, Simpan Pinjam Perempuan, peningkatan kapasitas usaha ekonomi warga miskin maupun kesehatan. Saya menyarankan agar mereka memberikan porsi yang lebih pada kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Selain itu juga mendorong mental perempuan untuk berani meminjam modal melalui SPP program PNPM-MP guna menopang pengembangan usaha. Saya memberi masukan mereka untuk betul-betul memberi prioritas pada program peningkatan kapasitas SDM warga dalam berwirausaha lewat diadakannya pelatihan manajemen bisnis, manajemen keuangan, manajemen pemasaran.  
S A R J O N O
4.
Selasa, 05-03-2013
Rumah Ketua Panitia MTQ Desa Bentek
Di Rumah Ketua Panitia MTQ (Putrawadi) ada G. Taufani, Suhamdi, Sumaidi, Erwin Rahadi, Abdul Rahman, Nyonya Amin dan Doni.  Kami obrol-obrol mengenai persiapan penyelenggaraan MTQ Tingkat Desa Bentek Tahun 2013. Dari obrolan itu mereka membahas tupoksi setiap personil panitia MTQ berdasarkan posisi masing-masing.   Saya berpendapat agar panitia dibuatkan job deskripsi tugas berdasarkan posisi masing-masing sehingga panitia punya acuan dalam menjalankan tugas. Saya memberikan masukan agar job deskripsi dibahas dalam rapat kepanitiaan.
SARJONO
5.
Rabu,06-03/2013
Rumah Risadi
Di rumah Risadi ada Suhamdi, Erwin, Risadi, Sumaidi Inkadir dan Anita. Kami obrol-obrol soal donatur MTQ Desa Bentek. Dari obrolan tersebut mereka sedang mengobrolkan daftar calon donatur yang akan membiyai pelaksanaan MTQ.    Saya menyarankan mereka untuk membuat surat dan list nama-nama calon donatur yang mendonasi biaya MTQ agar pelaksanaan dapat berjalan lancar sesuai harapan. Saya juga menyarankan agar mereka secepatnya memasukkan proposal permohonan dana pada lembaga yang ada di Desa maupun pemerintah daerah.   
S A R J O N O
6.
Kamis, 07-03-2013
Rumah Ardianto
Di Rumah Pak Ardianto ada Erwin, Galis, Anto dan Hamdi. Kami mendiskusikan soal-soal proyek pembangunan KLU yang kebanyakan gagal untuk tahun anggaran 2013. Dari diskusi  itu mereka sedang mencari sebab kegagalan proyek pembangunan KLU. Saya berpendapat agar DPRD mendorong Pemda KLU untuk membuat tim monitoring pelaksanaan proyek agar tidak lagi terjadi kasus kontraktor nakal yang sering tidak selesai mengerjakan proyek. Saya mengusulkan agar tim diambil dari unsur pemerintah, DPRD dan tokoh-tokoh masyarakat.
S A R J O N O
7.
Jumat, 08-03-2013
Rumah Abdul Gani 
Di Rumah Abdul Gani ada Rahman, Putrawadi, Wen, Hamdi dan anggota panitia MTQ Bentek. Kami obrol-obrol soal keterbatasan anggaran MTQ. Saya meminta agar pihak-pihak terkait memberi dukungan dana guna mendukung pelaksanaan MTQ. Saya menyarankan agar panitia  bekerja ekstra agar anggaran MTQ mencukupi sesuai perencanaan yang tertuang di dalam RAB.   
S A R J O N O
8.
Senin,11-03-2013
Rumah Muslim  
Di Rumah Muslim ada Rasidy Arif, Rahman, Lalu Marzoan, Sugeng Komari dan Fit. Kami obrol-obrol jumlah daftar pemilih tetap Pilgub NTB 2013 . Dari obrolan itu, mereka akan menetapkan DPT Pilgub untuk Desa Bentek sebelum ditetapkan oleh PPK di tingkat Kecamatan. Saya menyarankan agar PPS bekerja teliti dan cermat agar wajib pilih Bentek terdata semua dalam DPT sehingga tak ada yang tidak dapat menyalurkan suara pada Pemilu Gubernur dan Wagub NTB tanggal 13 Mei 2013.
S A R J O N O
9.
Kamis, 14-03-2013
Rumah Kadus Selelos
Di Rumah Kadus Selelos ada Sukam, Ardi, Sudirman, Yasier Amri dan Budi. Kami obrol-obrol masalah keunggulan kopi sambung dibanding kopi lokal. Saya menyarankan agar pemerintah desa berusaha mempromosikan komoditas kopi sambung kepada pihak- pihka terkait agar hasil panen petani kopi terjual dengan harga yang memadai sesuai kualitas hasil panen.
S A R J O N O
10.
Sabtu, 30-03-2013
Rumah Ustadz Syamsudirman
Di rumah Kades ada H. Rusdi, Ust, Rahman, Didi Sugianto, Anto, Putrawadi, Suandi, Ust. M. Tahirudin, Ust. Aminudin, QH, dan Ust. Mustafa dan Ustazd Mardi Wijaya. Mereka sedang membicarakan perlunya membentuk LPTQ tingkat desa sebagai lembaga yang bergerak mengembangkan tilawah dan kajian Al-Qur’an ke depan di Desa bentek. Saya memberi saran agar pemerintah desa menganggarkan LPTQ dari APBDes supaya lembaga bisa berkembang dan mampu menumbuhkembangkan kegiatan-kegiatan berkaitan dengan pendalaman ilmu-ilmu Al-Qur’an Saya juga memberi masukan agar LPTQ yang akan dibentuk benar-benar bekerja dengan fokus untuk penguatan kapasitas warga yang punya bakat dan minat di bidang qur’an sehingga kedepan Desa Bentek bisa mencetak qori’-qori’ah handal menuju SDM desa yang berkualitas dilandasi nilai-nilai Al-qur’an.
S A R J O N O

Tradisi Muja Taon-Balit Masyarakat Lenek

Ritual Muja Taon-Balit Masyarakat Lenek - Gangga


GANGGA (KM SAMBI WARGA), Masyarakat Lenek Desa Bentek Kecamatan Gangga masih mempertahankan tradisi selamatan sebelum dan setelah menggarap sawah mereka. Tradisi ini disebut Muja Taon (sebelum menggarap) dan Muja Balit (setelah memanen).
Ritual adat yang diselenggarakan setiap tahun ini diadakan sebagai bentuk rasa syukur warga setempat yang diyakini memiliki nilai yang tiada tara dibanding dengan sesuatu yang lain, pasalnya mereka meyakini karunia Tuhan di alam semesta ini melimpah ruah dan manusia patut mensyukurinya. Tanah yang subur dan alam yang indah nan sejuk membawa keberkahan yang sungguh luar biasa. Mereka yakin Tuhan akan memberi berkah kepada hamba-Nya bila selalu ingat atas segala karunia dan rahmat yang diberikan. Perayaan Muja Taon dan Muja Balit ini adalah pengejawantahan mereka atas segala macam karunia yang diberikan Tuhan di muka bumi.
Ritual sebelum turun ke areal sawah pertanian itu dirayakan sebagai doa agar hasil panen mereka berlimpah ruah dan terbebas dari pelbagai macam hama penyakit. Ritus adat yang digelar setelah panen itu sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan panen tahun bersangkutan. Bentuk pelaksanaan dua ritus adat yang dirayakan dalam waktu yang berbeda itu hampir sama bahkan sebagian di antara mereka menganggapnya mirip. Misalnya pada malam hari acara biasanya diisi dengan persiapan dulang (sesajen) yang berisi berbagai macam makanan.
Malam hari suasana kampung semakin ramai dengan bebunyian tabuhan gamelan. Pada malam itu pula gamelan yang penduduknya seratus persen umat budhis dikeluarkan dan ditabuh. Dedahan tabuhan gamelan tersebut diiringi dengan berbagai jenis tarian. Dan tarian itu biasanya dilakukan spontan oleh kaum hawa willayah, muda-mudi, anak-anak dan para tua di wilayah setempat.
Sedangkan acara doa bersama dilakukan di salah satu makam leluhur mereka yang biasanya makam yang dianggap keramat dan mendatangkan berkah bagi warga. Di kompleks makam itu seluruh jenis makanan dari pelbagai bahan yang disiapkan sehari sebelumnya disajikan lalu dikumpulkan dengan susunan rapi, mirip tangga berundak. Kemudian makanan itu didoa kemudian dibagi dan dimakan secara bersama-sama.
Untuk ritual Muja Balit, puncak acara ditandai dengan pelbagai bentuk ketupat yang telah dihias dengan apik. Kemudian acara ditutup dengan perang tupat. Ketupat yang telah dikumpulkan dijadikan senjata. Dan, menariknya lagi cuma anak-anak saja yang boleh ikut perang topat ini. (dj)