|
No.
|
Hari/Tanggal
|
Lokasi
|
Materi
|
Tenaga Motivator
|
|
1.
|
Jumat,01-03-2013
|
Rumah Kades Bentek
|
Di rumah pak Kades Bentek ada M. Zakaria, Parmono, Sumarta, Martip, Ardi, Arti, Risadi dan Sabuandi. Kami
obrol-obrol tentang fungsi media lokal dalam promosi aset-aset lokal yang
ada di Desa Bentek. Dari obrolan itu mereka sedang mencari media yang tepat untuk promosi aset desa. Saya memberi saran agar mereka mencari media-media
yang mudah diakses oleh warga. Sebab tidak semua media punya visi
pemberdayaan. Media online juga tidak kalah penting seperti media kampung.
|
S A R J O N O
|
|
2.
|
Sabtu, 02-03-2013
|
Rumah Putrawadi
|
Di rumah Putrawadi ada Galis, Yartadi, Erwin Rahadi, Suhamdi, Abdul Rahman, dan Doni Hariani. Kami
obrol-obrol tentang pentingnya peran aktif warga dalam pembangunan desa. Saya memberikan masukan agar tokoh-tokoh setempat melakukan refleksi untuk mencari strategi
mendorong peran serta masyarakat dalam mendukung dan berperan serta dalam
menjalankan pelbagai bidang pembangunan desa lintas sektoral.
|
S A R J O N O
|
|
3.
|
Senin, 04-03-2013
|
Kantor Desa Bentek
|
Di Kantor Desa Bentek ada Adi Susanto, Muhlis, Andre,
Murdi, Nurul Aini, Abah Idrus, sekdes, anggota BPD dan tokoh masyarakat. Kami diskusi mengenai program PNPM-MP yang masuk ke Desa Bentek TA 2013. Dari diskusi itu mereka sedang mencari strategi yang tepat untuk merealisasikan jenis-jenis kegiatan yang
didanai PNPM di Desa Bentek baik
program fisik, Simpan Pinjam Perempuan, peningkatan kapasitas usaha
ekonomi warga miskin maupun kesehatan. Saya menyarankan
agar mereka memberikan porsi yang lebih pada kegiatan-kegiatan
peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Selain itu juga mendorong mental
perempuan untuk berani meminjam modal melalui SPP program PNPM-MP guna
menopang pengembangan usaha. Saya memberi masukan mereka untuk betul-betul memberi prioritas pada program peningkatan
kapasitas SDM warga dalam berwirausaha lewat diadakannya pelatihan manajemen
bisnis, manajemen keuangan, manajemen pemasaran.
|
S A R J O N O
|
|
4.
|
Selasa, 05-03-2013
|
Rumah Ketua Panitia MTQ Desa Bentek
|
Di Rumah Ketua Panitia MTQ (Putrawadi)
ada G. Taufani, Suhamdi, Sumaidi, Erwin Rahadi, Abdul Rahman, Nyonya Amin dan
Doni. Kami obrol-obrol mengenai persiapan penyelenggaraan MTQ Tingkat Desa Bentek Tahun
2013. Dari obrolan itu mereka membahas tupoksi setiap personil
panitia MTQ berdasarkan posisi masing-masing. Saya berpendapat agar
panitia dibuatkan job deskripsi tugas berdasarkan posisi masing-masing
sehingga panitia punya acuan dalam menjalankan tugas. Saya memberikan
masukan agar job deskripsi dibahas dalam rapat kepanitiaan.
|
SARJONO
|
|
5.
|
Rabu,06-03/2013
|
Rumah Risadi
|
Di rumah Risadi ada Suhamdi, Erwin, Risadi, Sumaidi
Inkadir dan Anita. Kami obrol-obrol soal donatur MTQ Desa
Bentek. Dari obrolan tersebut mereka sedang mengobrolkan
daftar calon donatur yang akan membiyai pelaksanaan MTQ. Saya menyarankan mereka untuk membuat surat dan list nama-nama
calon donatur yang mendonasi biaya MTQ agar pelaksanaan dapat berjalan lancar
sesuai harapan. Saya juga menyarankan agar mereka secepatnya memasukkan
proposal permohonan dana pada lembaga yang ada di Desa maupun pemerintah
daerah.
|
S A R J O N O
|
|
6.
|
Kamis, 07-03-2013
|
Rumah Ardianto
|
Di Rumah Pak Ardianto ada
Erwin, Galis, Anto dan Hamdi. Kami mendiskusikan soal-soal
proyek pembangunan KLU yang kebanyakan gagal untuk tahun anggaran 2013. Dari diskusi itu mereka sedang mencari sebab kegagalan proyek pembangunan KLU. Saya berpendapat agar DPRD mendorong Pemda KLU untuk membuat tim monitoring
pelaksanaan proyek agar tidak lagi terjadi kasus kontraktor nakal
yang sering tidak selesai mengerjakan proyek. Saya mengusulkan agar tim
diambil dari unsur pemerintah, DPRD dan tokoh-tokoh masyarakat.
|
S A R J O N O
|
|
7.
|
Jumat, 08-03-2013
|
Rumah Abdul Gani
|
Di Rumah Abdul Gani ada Rahman, Putrawadi, Wen, Hamdi dan anggota panitia MTQ Bentek. Kami
obrol-obrol soal keterbatasan anggaran MTQ. Saya meminta agar pihak-pihak
terkait memberi dukungan dana guna mendukung pelaksanaan MTQ. Saya
menyarankan agar panitia bekerja
ekstra agar anggaran MTQ mencukupi sesuai perencanaan yang tertuang di dalam
RAB.
|
S A R J O N O
|
|
8.
|
Senin,11-03-2013
|
Rumah Muslim
|
Di Rumah Muslim ada Rasidy
Arif, Rahman, Lalu Marzoan, Sugeng Komari dan Fit. Kami
obrol-obrol jumlah daftar pemilih tetap Pilgub NTB 2013 . Dari obrolan
itu, mereka akan menetapkan DPT Pilgub untuk Desa Bentek sebelum
ditetapkan oleh PPK di tingkat Kecamatan. Saya menyarankan agar PPS bekerja teliti dan cermat agar wajib pilih Bentek
terdata semua dalam DPT sehingga tak ada yang tidak dapat menyalurkan suara
pada Pemilu Gubernur dan Wagub NTB tanggal 13 Mei 2013.
|
S A R J O N O
|
|
9.
|
Kamis, 14-03-2013
|
Rumah Kadus Selelos
|
Di Rumah Kadus Selelos ada Sukam,
Ardi, Sudirman, Yasier Amri dan Budi. Kami obrol-obrol masalah keunggulan kopi sambung dibanding kopi lokal. Saya menyarankan
agar pemerintah desa berusaha mempromosikan komoditas kopi sambung kepada
pihak- pihka terkait agar hasil panen petani kopi terjual dengan harga yang
memadai sesuai kualitas hasil panen.
|
S A R J O N O
|
|
10.
|
Sabtu, 30-03-2013
|
Rumah Ustadz Syamsudirman
|
Di rumah Kades ada H. Rusdi, Ust, Rahman, Didi Sugianto, Anto, Putrawadi, Suandi,
Ust. M. Tahirudin, Ust. Aminudin, QH, dan Ust. Mustafa dan Ustazd Mardi
Wijaya. Mereka sedang membicarakan perlunya membentuk LPTQ tingkat desa
sebagai lembaga yang bergerak mengembangkan tilawah dan kajian Al-Qur’an ke
depan di Desa bentek. Saya memberi saran agar pemerintah desa menganggarkan LPTQ
dari APBDes supaya lembaga bisa berkembang dan mampu menumbuhkembangkan
kegiatan-kegiatan berkaitan dengan pendalaman ilmu-ilmu Al-Qur’an Saya juga
memberi masukan agar LPTQ yang akan dibentuk benar-benar bekerja dengan fokus
untuk penguatan kapasitas warga yang punya bakat dan minat di bidang qur’an
sehingga kedepan Desa Bentek bisa mencetak qori’-qori’ah handal menuju SDM
desa yang berkualitas dilandasi nilai-nilai Al-qur’an.
|
S A R J O N O
|
Kamis, 11 April 2013
LAPORAN KEGIATAN MOTIVATOR KM SAMBI WARGA BULAN MARET 2013
Tradisi Muja Taon-Balit Masyarakat Lenek
Ritual Muja Taon-Balit Masyarakat Lenek - Gangga
GANGGA (KM SAMBI WARGA), Masyarakat Lenek Desa Bentek Kecamatan Gangga masih mempertahankan tradisi selamatan sebelum dan setelah menggarap sawah mereka. Tradisi ini disebut Muja Taon (sebelum menggarap) dan Muja Balit (setelah memanen).
Ritual adat yang diselenggarakan setiap tahun ini diadakan sebagai bentuk rasa syukur warga setempat yang diyakini memiliki nilai yang tiada tara dibanding dengan sesuatu yang lain, pasalnya mereka meyakini karunia Tuhan di alam semesta ini melimpah ruah dan manusia patut mensyukurinya. Tanah yang subur dan alam yang indah nan sejuk membawa keberkahan yang sungguh luar biasa. Mereka yakin Tuhan akan memberi berkah kepada hamba-Nya bila selalu ingat atas segala karunia dan rahmat yang diberikan. Perayaan Muja Taon dan Muja Balit ini adalah pengejawantahan mereka atas segala macam karunia yang diberikan Tuhan di muka bumi.
Ritual sebelum turun ke areal sawah pertanian itu dirayakan sebagai doa agar hasil panen mereka berlimpah ruah dan terbebas dari pelbagai macam hama penyakit. Ritus adat yang digelar setelah panen itu sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan panen tahun bersangkutan. Bentuk pelaksanaan dua ritus adat yang dirayakan dalam waktu yang berbeda itu hampir sama bahkan sebagian di antara mereka menganggapnya mirip. Misalnya pada malam hari acara biasanya diisi dengan persiapan dulang (sesajen) yang berisi berbagai macam makanan.
Malam hari suasana kampung semakin ramai dengan bebunyian tabuhan gamelan. Pada malam itu pula gamelan yang penduduknya seratus persen umat budhis dikeluarkan dan ditabuh. Dedahan tabuhan gamelan tersebut diiringi dengan berbagai jenis tarian. Dan tarian itu biasanya dilakukan spontan oleh kaum hawa willayah, muda-mudi, anak-anak dan para tua di wilayah setempat.
Sedangkan acara doa bersama dilakukan di salah satu makam leluhur mereka yang biasanya makam yang dianggap keramat dan mendatangkan berkah bagi warga. Di kompleks makam itu seluruh jenis makanan dari pelbagai bahan yang disiapkan sehari sebelumnya disajikan lalu dikumpulkan dengan susunan rapi, mirip tangga berundak. Kemudian makanan itu didoa kemudian dibagi dan dimakan secara bersama-sama.
Untuk ritual Muja Balit, puncak acara ditandai dengan pelbagai bentuk ketupat yang telah dihias dengan apik. Kemudian acara ditutup dengan perang tupat. Ketupat yang telah dikumpulkan dijadikan senjata. Dan, menariknya lagi cuma anak-anak saja yang boleh ikut perang topat ini. (dj)
Senin, 08 April 2013
Refleksi MTQ dan Potret Masa Depan Bentek
GANGGA (KM SAMBI WARGA), Pagelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Desa Bentek sehari lalu yang diselenggarakan di Dusun Todo mesti dijadikan renungan bersama dalam menata masa depan desa setempat. Pasalnya, banyak potensi yang belum tergali dan termanfaatkan dengan baik sehingga ada beberapa jenis mata lomba tidak dilombakan karena kurangnya peserta. Realitas ini menjadi pekerjaan bersama agar hal seupa tak terjadi lagi tahun mendatang.
Selain masih minimnya peserta yang mengikuti perlombaan, persoalan lain yang tidak kalah menyita perhatian publik adalah timbulnya persoalan teknis maupun persoalan prinsipil ke-MTQ-an. Kedua permasalahan ini menuntut keseriusan dan komitmen segenap elemen dan stakeholder terkait. Masih banyak hal yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan kegiatan serupa tidak terulang kembali pada tahun-tahun selanjutnya. Ini urgentif apabila dikaitkan dengan upaya membangun desa, karena musabaqah tilawatil qur’an sebetulnya adalah salah satu media mencintai al-Qur’an dan membumikan misi penyebaran kegiatan-kegiatan qur’aniyah secara khusus dan syiar Islam umumnya di masyarakat yang sedang dihadapkan dengan pelbagai program pembangunan menuju visi-misi yang telah dicanangkan.
Para pemegang amanah pembangunan Bentek harus lebih proaktif, arif dan bijak dalam melaksanakan kegiatan pembangunan keumatan ini. Mesti disadari bersama penyelenggaraan musabaqah 2013 ini yang pertama di era reformasi namun setidaknya stakeholder terkait harus belajar kepada desa-desa lain yang mempunyai pengalaman matang. Meskipun acara tampaknya berjalan lancar secara kasat mata tapi sebetulnya secara prinsip banyak hal-hal tidak elok untuk dipertunjukkan di depan pengunjung. Etika tata laksana pelaksanaan mestinya dikedepankan, bukan mengedepankan hal-hal yang bertolak belakang dengan semangat musabaqah.
Walaupun banyak orang menilai panitia penyelenggara telah menjalankan tugas dengan baik meski mengedepankan nilai-nilai yang arif dan bijak, menunjukkan etiket, keprofesionalan dan kecekatan yang bisa mendukung kelancaran pelaksanaan musabaqah. Ini niscaya diperhatikan pasalnya nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an merupakan urat nadi bagi umat Islam dalam mengarungi biduk kehidupan. Secara maknawi, keindahan sastra Qur’an tidak dapat dibandingkan dengan sesuatu yang lain, sehingga perlu diwarnai dengan suatu perbuatan yang indah, elok dan estetis.
Suasana MTQ III Kabupaten Lombok Utara sudah cukup menjadi pelajaran berharga bagi seluruh komponen daerah khususnya para pemangku pembangunan jika ingin melihat perkembangan daerah yang maju di masa selanjutnya. Oleh karenanya, ajakan kepada segenap elemen masyarakat dayan gunung untuk memaknai kembali semangat al-Qur’an lewat ajang musabaqah tilawatil qur’an perlu digelorakan secara sinambung dan berkelanjutan. Artinya, peresapan nilai-nilai al-Qur’an tidak sebatas saat penghelatannya musabaqah saja tetapi perlu didengungkan suatu waktu agar suasana tidak elok seperti yang telah terjadi pada pelaksanaan MTQ III tidak berulang lagi di tahun-tahun selanjutnya. Salah satu konsepsi penting yang perlu dibangun secara terus-menerus ialah sikap memupuk, menanamkan dan mencintai al-Qur’an dalam setiap gerak nafas kehidupan.
Dalam konteks ini banyak gatekeeper yang bisa difungsikan untuk menyebarkan misi pembumian al-Qur’an di tengah masyarakat, seperti tokoh agama di setiap kampung, para ustadz, guru-guru agama, serta santri yang menuntut ilmu agama di lembaga pendidikan agama. Mereka ini harus diback-up dalam memberikan pemahaman pada umat mengenai pentingnya nilai-nilai al-Qur’an bagi kehidupan, menumbuhkan dan meningkatkan penghayatan terhadap ilmu pengetahuan agama lewat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an. Sebab, Al-Qur’an itu multi tafsir dalam kehidupan kita. Banyak sekali keunggulan Al-Qur’an dibanding kitab lainnya, misalnya sastranya tidak pernah kering sepanjang zaman, tidak ada sesuatu apapun yang bisa menandingi keindahan dan kesahihan sastra yang di kandung Al-Qur’an.
Hubungannya dengan pembangunan daerah baru, nilai-nilai agama yang tertukil dalam al-Qur’an mutlak diperlukan terutama dalam hal membangun karakter SDM dayan gunung agar benar-benar menjadi insans qur’aniah yang bermanfaat bagi masyarakat. Semestinya, kita perlu mengintegrasikan diri dengan alqur’an supaya pemahaman kita terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya utuh dan padu, tidak parsial.
Dengan demikian, spirit pembangunan yang terkandung di dalam al-Qur’an harus mendapat tempat utama di benak masyarakat bumi Tioq Tata Tunaq terutama pemimpin dan pioner pembangunan daerah lainnya agar apa yang menjadi misi dalam membangun dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Para pemangku pembangunan sebagai pemegang polse kebijakan mesti berpedoman pada nilai-nilai Qur’an dan local wisdom masyarakat dayan gunung agar target menciptakan masyarakat yang maju dan beradab berwujud kenyataan bukan cuma isapan jempol belaka. Realitas yang tercipta benar-benar nyata bukan sekedar masyarakat yang terbayangkan (imajiner community).
Abu Mustafa adalah Pembina Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Desa Bentek
Langganan:
Postingan (Atom)
